Iklim (Klasifikasi dan Manfaat nya)

Standard

climate_pyramid_A. IKLIM

Iklim adalah suatu keadaan umum kondisi cuaca yang meliputi daerah yang luas. Iklim merupakan kelanjutan dari hasil-hasil pengamatan dan pencatatan unsur cuaca selama 30 tahun. Oleh karena itu, iklim pada dasarnya marupakan rata-rata dari keadaan cuaca harian secara umum. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi.

Iklim juga di defiinisikan sebagai berikut:
  • Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979).
  • Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980).
  • Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain suhu, tekanan, angin kelembaban, yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs,1987).

1. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Iklim :

a. Letak astronomis.

b. Ketinggian tempat.

c. Pengaruh luas daratan.

d. Lokasi daerah : dekat laut, dekat danau, atau dekat padang pasir.

e. Daeah gunung atau pegunungan yang dapat mempengaruhi posisi bayangan hujan.

f.  Suhu udara.

g. Kelembapan udara dan awan.

h. Jumlah curah hujan.

i. Pengaruh arus laut.

j. Lamanya musim.

k. Pengaruh topografi dan vegetasi.

2. Macam-Macam IklimIklim matahari

Banyak para ahli ilmu cuaca dan iklim yang mencoba membuat klasifikasi iklim dengan berbagai dasar dan keperluan. Tiga orang di antara para ahli tersebut adalah Wladimir Koppen, Schmidt-Ferguson, dan Junghuhn.

a. Iklim Matahari

Dasar perhitungan untuk mengadakan pembagian daerah iklim matahari ialah banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi.

Menurut teori, makin jauh dari khatulistiwa makin besar sudut datang sinar matahari, sehingga makin sedikit jumlah sinar matahari yang di terima oleh permukaan bumi.

Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang adalah sebagai berikut :

a. Daerah iklim tropis :

0° LU – 23,5° LU

0° LS – 23,5° LS

b. Daerah iklim sedang :

23,5° LU – 66,5° LU

23,5° LS – 90° LS

c. Daerah iklim dingin :

66,5° LU – 90° LU

66,5° LS – 90° LS

          Pembagian daerah iklim menurut iklim matahari didasarkan suatu teori, bahwa temperatur udara makin rendah jika letaknya makin jauh dari khatulistiwa. Maka dari itu, ada ahli yang menyebut iklim matahari sebagai iklim teoritis. Menurut kenyataanya, temperatur beberapa tempat menyimpang dari teori tersebut.
Contoh :

Pelabuhan di kota Hammerfest, Norwegia yang terletak sekitar 70° LU tidak membeku pada musim dingin. Sedangkan sungai di kota Moscow, Russia yang terletak sekitar 56° LU membeku pada musim dingin.

 
b. Iklim Fisis
 
Iklim fisis adalah pembagian daerah iklim menurut kenyataan sesungguhnya sebagai pengaruh dari faktor fisis yaitu :
- Pengaruh luas daratan.
- Pengaruh lautan.
- Pengaruh angin.
- Pengaruh arus laut.
- Pengaruh vegetasi,
- Pengaruh topografi
 
Berdasarkan pembagian iklim fisis, terdapat daerah iklim kontinental, daerah iklim gurun, daerah iklim pegunungan, dan daerah iklim tundra.
 
c. Iklim Köppen
 
Sorang ahli klimatologi dari Universitas Graz Austria, Wladimir Koppen (1918) mencoba membuat sistem peng golongan iklim dunia berdasarkan unsur-unsur cuaca, meliputi intensitas, curah hujanCsuhu, dan kelembapan. Untuk mengidentifikasi daerah iklim berdasarkan ciri-ciri termeratur dan hujan, Köppen menggunakan simbol huruf besar dan kecil sbb :
A. Temperetur normal dari bulan-bulan yang terdingin paling rendah 18°C. Suhu tahunanberkisar 20-25°C dengan curah hujan rata-rata dalam setahun lebih dari 60 cm.
B. Temperatur normal dari bulan-bulan yang terdingin diantara 3-18°C.
C. temperatur bulan-bulan terdingin dibawah 3°C.
D. Temperatur bulan-bulan terpanas diatas 0°C.
E. Temperatur bulan-bulan terpanas dibawah 10°C
F. Temperatur bulan-bulan terpanas diantara 0-10°C
G. Temperatur bulan-bulan terpanas dibawah 0°C
 
Ciri-ciri hujan :
B. Iklim kering dengan hujan dibawah batas kering.
f. Selalu basah terdapat hujan pada semua musim.
s. Bulan-bulan kering terjadi pada musim panas di belahan bumi tempat yang bersangkutan.
w. Bulan-bulan kering terjadi pada musim dingin di belahan bumi tempat yang bersangkutan.
m. Bentuk peralihan, hujan cukup untuk membentuk hutan dan musim keringnya pendek.worldclimate
 
                                                                                                                            klasifikasi iklim di dunia
 

a. Iklim A (Iklim tropis), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin masih lebih dari 18°C. Adapun rata-rata kelembapan udara senantiasa tinggi. terdiri atas :

-Af    : Iklim hutan hujan tropis.

- Aw : Iklim sabana.

b. Iklim B (Iklim arid atau kering), ditandai dengan rata-rata proses penguapan air selalu tinggi dibandingkan dengan curah hujan yang jatuh, sehingga tidak ada kelebihan air tanah dan tidak ada sungai yang mengalir secara permanen. terdri atas :

- Bs  : Iklim stepa.

- Bw : Iklim gurun.

c. Iklim C (Iklim sedang hangat atau mesothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah di atas -3°C, namun kurang dari 18°C. Minimal ada satu bulan yang melebihi ratarata suhu di atas 10°C. Iklim C ditandai dengan adanya empat musim (spring, summer, autumn, dan winter). terdiri atas :

- Cf : Iklim sedang maritim tanpa musim kering.

- Cw : Iklim sedang maritim dengan musim dingin yang kering.

- Cs : Iklim sedang maritim dengan musim panas yang kering.

d. Iklim D (Iklim salju atau mikrothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah kurang dari –3°C. terdiri atas :

- Df : Iklim sedang kontinental yang selalu basah.

- Dw : Iklim sedang kontinental dengan musim dingin yang kering.

e. Iklim E (Iklim es atau salju abadi), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terpanas kurang dari 10°C. Di kawasan iklim E tidak terdapat musim panas yang jelas. terdiri atas :

- Et : Iklim tundra.

- Ef : Iklim daerah es abadi

oleh karena iklim di pegunungan mempunyai sifat tersendiri, Köppen membuat klasifikasi sebagai berikut :

+ Iklim RG : Iklim pegunungan dibawah 3000 mdpl.

+ Iklim H : Iklim pegunungan diatas 3000 mdpl.

+ Iklim RT : Iklim pegunungan sesuai ciri ciri iklim Et.

d. IklimSchmidt-Fergusson

Khusus untuk keperluan dalam bidang pertanian dan perkebunan, Schmidt dan Ferguson membuat penggolongan iklim khusus daerah tropis. Dasar pengklasifikasian iklim ini adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan sehingga diketahui rata-rata bulan basah, lembap, dan bulan kering. Cara penentuan nya adalah sbb :

a. Untuk menentukan tipe curah hujan, Schmidt dan Fergusson menggunakan tingkat kebasahan yang disebut gradien (Q).

b. Untuk menentukan nilai Q, digunakan menggunakan rumus : (Q = Jumlah Bulan kering / Jumlah Bulan basah x 100)

c. Untuk menentukan kriteria bulan kering dan bulan basah, Schmidt dan Fergusson menggunakan klasifikasi iklim Mohr sebagai berikut :

1. Bulan kering = bulan denagn curah hujan kurang dari 60 mm.

2. Bulan basah = bulan dengan curah hujan lebih dari 100 mm.

d. Berdasarkan besarnya rasio Q, tipe curah hujan digolongkan sbb :

Tabel 3. Klasifikasi Schmidt-Ferguson
Tipe Iklim
Nilai Q (%)
Keadaan Iklim dan Vegetasi
A
< 14,3
Daerah sangat basah, hutan hujan tropika
B
14,3 – 33,3
Daerah basah, hutan hujan tropika
C
33,3 – 60,0
Daerah agak basah, hutan rimba, daun gugur pada musim kemarau
D
60,0 – 100,0
Daerah sedang, hutan musim
E
100,0 – 167,0
Daerah agak kering, hutan sabana
F
167,0 – 300,0
Daerah kering, hutan sabana
G
300,0 – 700,0
Daerah sangat kering, padang ilalang
H
> 700,0
Daerah ekstrim kering, padang ilalang

e. Iklim F. Junghuhn

Junghuhn mengklasifikasikan iklim berdasarkan ketinggian tempat dan mengaitkan iklim dengan jenis tanaman yang tumbuh dan berproduksi optimal sesuai suhu di habitatnya. Junghuhn mengklasifikasikan iklim menjadi empat seperti yang ditunjukkan gambar berikut ini.

Pembagian daerah iklim tersebut adalah sebagai berikut.

a. Daerah Panas/Tropis

Tinggi tempat : 0–600 m di atas permukaan laut.

Suhu : 22° C–26,3° C.

Tanaman : padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa.

b. Daerah Sedang

Tinggi tempat : 600 m–1500 m di atas permukaan laut.

Suhu : 17,1° C–22° C

Tanaman : padi, tembakau, teh, kopi, kina, sayur-sayuran.

c. Daerah Sejuk

Tinggi tempat : 1500–2500 m di atas permukaan laut.

Suhu : 11,1° C–17,1° C

Tanaman : kopi, teh, kina, sayur-sayuran.

d. Daerah Dingin

Tinggi tempat : lebih dari 2500 m di atas permukaan laut.

Suhu : 6,2° C–11,1° C

Tanaman : Tidak ada tanaman budidaya.

f. Iklim Oldeman

Penentuan iklim menurut Oldeman menggunakan dasar yang sama dengan penentuan iklim menurut Schmidt-Ferguson, yaitu unsur curah hujan. Bulan basah dan bulan kering dikaitkan dengan kegiatan pertanian di daerah tertentu sehingga penggolongan iklimnya disebut juga zona agroklimat. Misalnya, jumlah curah hujan sebesar 200 mm tiap bulan dipandang cukup untuk membudidayakan padi sawah. Sedang untuk membudidayakan palawija, jumlah curah hujan minimal yang diperlukan adalah 100 mm tiap bulan. Selain itu, musim hujan selama 5 bulan dianggap cukup untuk membudidayakan padi sawah selama satu musim.

Dalam metode ini, dasar penentuan bulan basah, bulan lembap, dan bulan kering sebagai berikut.

a. Bulan basah, apabila curah hujannya > 200 mm.

b. Bulan lembap, apabila curah hujannya 100–200 mm.

c. Bulan kering, apabila curah hujannya < 100 mm.

Berdasarkan bulan basah, Oldeman menentukan lima klasifikasi iklim atau daerah agroklimat utama seperti tabel berikut ini.

Berikut ini adalah tipe-tipe iklim menurut Oldeman.

Iklim A : Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.

Iklim B : Jika terdapat 7–9 bulan basah berurutan.

Iklim C : Jika terdapat 5–6 bulan basah berurutan.

Iklim D : Jika terdapat 3–4 bulan basah berurutan.

Iklim E : Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.

B. MANFAAT IKLIM

Perlu diketahui bahwa iklim merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena iklim mempunyai peranan yang besar terhadap kehidupan seperti dalam bidang pertanian, transportasi atau perhubungan, telekomunikasi, dan pariwisata.

1.      Bidang Pertanian

Manfaat iklim dalam bidang pertanian diantaranya adalah sebagai berikut:

Menentukan waktu tanam

Menentukan tanaman yang sesuai

Selain itu cuaca dan iklim juga memiliki dampak bagi pertanian (SoerjadiWirjohamidjojo, 1993: 54) diantaranya:

Dampak secara langsung yaitu dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada kegiatan pertanian. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika, dan ada yang dirasakan secara lambat.Misalnya curah hujan yang lebat atau terus menerus dapat menimbulkan tanah longsor saat itu, angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman, dan adanya embun beku yang mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering.Dampak langsung yang diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi, misalnya tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan, tanah menjadi kering setelah beberapa hari hujan makin berkurang.

Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi, sedangkan kadar cuaca/iklim yang terjadi tersebut diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu. Cuaca/iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama , penyakit, tumbuhan parasit juga memerlukan cuaca/iklim. Sering terjadi bahwa kerusakan tanaman tidak karena cuaca saat itu secara langsung , tetapi karena timbulnya hama, penyakit, parasit yang justru hidup subur pada saat adanya cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu. Dengan demikian gangguan tidak timbul dari cuaca, tetapi karena hama, penyakit, dan parasit yang hidup subur karena didukung cuaca waktu itu.

2.      Bidang Transportasi

Faktor-faktor cuaca dan iklim mempunyai peranan yang besar tehadap bidang transportasi. Seperti cuaca, suhu, arah dan kecepatan angin, awan, dan kabut sangat mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan. Selain berpengaruh terhadap penerbangan, faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai dan lain-lain.

3.      Bidang Telekomunikasi

Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang telekomunikasi. Seperti arus angin dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar daerah dengan menggunakan telepon angin.Pengaruh lain yaitu kondisi cuaca yang kurang baik dapat mengganggu jaringan telekomunikasi. Misalnya saat kondisi hujan atau mendung sinyal Handphone menjadi melemah.

4.      Bidang Pariwisata

Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang pariwisata. Seperti cuaca cerah, banyak cahaya matahari, kecepatan angin, udara sejuk, kering, panas, dan sebagainya sangat mempengarui terhadap pelaksanaan wisata, baik wisata darat maupun laut.

Sumber : Wardiatmoko K, Drs, 2012, Geografi, Erlangga

http://budisma.web.id/materi/sma/geografi/klasifikasi-iklim/

http://www.siswapedia.com/iklim-menurut-schmidt-ferguson-oldeman-dan-junghuhn/

http://staklimlasiana.blogspot.com/2011/05/klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson.html

http://pinterdw.blogspot.com/2012/05/pengaruh-iklim-dalam-kehidupan.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s